Program Pendidikan Subspesialis Obstetri dan Ginekologi Perkuat Layanan Fetal Therapy melalui Intrauterine Transfusion
Agustus 2026
Program Pendidikan Subspesialis Obstetri dan Ginekologi Perkuat Layanan Fetal Therapy melalui Intrauterine Transfusion

Tim melakukan tahapan intrauterine transfusion dengan panduan ultrasonografi dan koordinasi prosedural yang ketat
Program Pendidikan Subspesialis Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana bersama RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah terus memperkuat pendidikan berbasis pelayanan melalui kegiatan fetal therapy, salah satunya intrauterine transfusion (IUT). Prosedur ini menjadi sarana pembelajaran klinis tingkat lanjut sekaligus bagian dari upaya menghadirkan layanan fetomaternal yang komprehensif, terukur, dan berorientasi pada keselamatan ibu serta janin.
Terapi Janin dengan Presisi Tinggi
Intrauterine transfusion merupakan salah satu tindakan fetal therapy yang dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu, terutama ketika janin membutuhkan koreksi anemia sebelum kelahiran. Dengan panduan ultrasonografi secara real-time, tim menentukan posisi janin, jalur akses, dan titik tindakan secara presisi. Seluruh proses dilaksanakan melalui persiapan terstruktur, verifikasi komponen darah, penerapan prinsip sterilitas, pemantauan kondisi ibu dan janin, serta dokumentasi klinis yang sistematis.
Kegiatan ini memperlihatkan bahwa fetal therapy bukan sekadar prosedur teknis, melainkan rangkaian pengambilan keputusan klinis yang membutuhkan penilaian menyeluruh. Diskusi kasus, penentuan indikasi, perencanaan tindakan, komunikasi dengan pasien dan keluarga, hingga evaluasi pascatindakan menjadi satu kesatuan dalam pelayanan.
Pembelajaran Klinis Berbasis Kompetensi dan Kolaborasi
Bagi peserta didik Program Pendidikan Subspesialis Obstetri dan Ginekologi, keterlibatan dalam kegiatan ini memberikan pengalaman langsung pada tahapan asesmen fetomaternal, interpretasi ultrasonografi, perencanaan intervensi, asistensi prosedur, pengawasan keselamatan, serta evaluasi hasil tindakan. Pendampingan oleh staf pengajar memastikan setiap proses berlangsung dalam koridor kompetensi, etika, dan keselamatan pasien.
Keberhasilan pelaksanaan juga ditopang oleh kerja sama lintas profesi. Koordinasi yang jelas, pembagian peran, komunikasi saat tindakan, dan kesiapan menghadapi kemungkinan komplikasi menjadi unsur penting dalam prosedur berisiko tinggi. Budaya kerja tim tersebut membentuk peserta didik agar tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga matang dalam kepemimpinan klinis dan pengambilan keputusan.

Ultrasonografi real-time digunakan untuk mendukung ketepatan perencanaan dan pemantauan tindakan

Pelaksanaan prosedur menekankan koordinasi tim, keselamatan pasien, dan pembelajaran tersupervisi

Pelaksanaan prosedur menekankan koordinasi tim, keselamatan pasien, dan pembelajaran tersupervisi
Komitmen terhadap Layanan Fetomaternal Lanjut
Pelaksanaan fetal therapy dan intrauterine transfusion mencerminkan komitmen program pendidikan untuk mengintegrasikan pendidikan, pelayanan, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Paparan terhadap kasus kompleks mendorong peserta didik membangun pola pikir kritis, meningkatkan keterampilan prosedural, dan memahami pentingnya evaluasi berbasis bukti dalam setiap keputusan klinis.
Melalui kegiatan ini, Program Pendidikan Subspesialis Obstetri dan Ginekologi diharapkan terus menghasilkan dokter subspesialis yang kompeten, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memperluas akses layanan fetomaternal berkualitas bagi masyarakat.
