PENGABDIAN MASYARAKAT • FETOMATERNAL • KOLABORASI MULTIDISIPLIN: Satu Suara untuk Setiap Anak - World Birth Defects Day 2026
1 Maret 2026
Satu Suara untuk Setiap Anak: World Birth Defects Day 2026

World Birth Defects Day 2026 dilaksanakan di Yayasan De Legong Anak Bangsa, Singapadu Kaler, Gianyar, Bali
Peringatan World Birth Defects Day (WBDD) 2026 diwujudkan sebagai kegiatan pengabdian masyarakat yang mempertemukan tenaga kesehatan, institusi pendidikan, organisasi profesi, serta masyarakat dalam satu tujuan: memperkuat perhatian terhadap anak dengan kelainan bawaan dan pentingnya pelayanan kesehatan yang terintegrasi.
Ringkasan Kegiatan
- 1 Maret 2026 - Pelaksanaan pengabdian masyarakat di Yayasan De Legong Anak Bangsa, Gianyar
- 32 Pasien - Tercatat pada daftar hadir pelayanan kesehatan dan edukasi
- #ManyBirthDefectsOneVoice - Semangat utama kampanye WBDD 2026
Dari Peringatan Menjadi Aksi: Kolaborasi Langsung di Masyarakat
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 1 Maret 2026, pukul 09.00–12.00 WITA ini diselenggarakan di Yayasan De Legong Anak Bangsa, Desa Singapadu Kaler, Gianyar. Pelaksanaannya menjadi bagian dari kegiatan Divisi Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi RS Ngoerah/FK Universitas Udayana, dengan dukungan jejaring profesi dan lintas disiplin.

Kolaborasi tenaga kesehatan dan mitra menjadi fondasi pelaksanaan kegiatan

Interaksi edukatif memberi ruang bagi penerima manfaat untuk menyampaikan pengalaman dan kebutuhannya
Rangkaian pembukaan mencakup laporan ketua panitia, sambutan dari Yayasan De Legong Anak Bangsa, POGI Cabang Bali, perwakilan RS Ngoerah, HKFM, PP POGI, serta Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Acara juga ditandai dengan penyerahan bingkisan untuk yayasan dan pembukaan simbolis melalui pelepasan balon.
WBDD 2026 tidak berhenti pada seremoni. Inti kegiatan justru terletak pada pertemuan langsung antara ilmu kedokteran, pelayanan, keluarga, dan kebutuhan nyata di lapangan.
Pelayanan Multidisiplin: Mendampingi Keluarga Secara Nyata
Setelah sesi pembukaan, kegiatan bergerak ke pelayanan inti berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan terbatas, pelayanan antenatal (ANC), serta kegiatan sosial. Seluruh rangkaian dilaksanakan secara paralel sehingga masyarakat dapat memperoleh edukasi sekaligus akses pemeriksaan sesuai kebutuhan.

Pemeriksaan kesehatan anak menjadi bagian dari pelayanan multidisiplin

Pendataan dan komunikasi dengan anak serta keluarga dilakukan sebagai bagian penting dari pelayanan
Keterlibatan tim multidisiplin memperluas sudut pandang pelayanan. Dalam persiapan kegiatan, panitia mengoordinasikan jejaring dengan bidang kesehatan anak, ortopedi dan traumatologi, kedokteran fisik dan rehabilitasi, gizi klinik, THT-KL, serta unsur kesehatan ibu. Pendekatan ini penting agar kebutuhan anak tidak dipandang sebagai satu masalah yang berdiri sendiri.

Suasana pelayanan yang ramah anak membantu membangun rasa aman bagi anak dan keluarga selama kegiatan berlangsung
Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) mencatat 32 pasien/penerima layanan. Capaian ini menunjukkan bahwa kegiatan berbasis komunitas mampu mendekatkan keluarga pada edukasi, pemeriksaan, dan dukungan kesehatan.
Peran Program Pendidikan Subspesialis
Bagi Program Pendidikan Subspesialis Obstetri dan Ginekologi, khususnya dalam lingkup fetomaternal, kegiatan pengabdian masyarakat seperti WBDD 2026 memiliki nilai pendidikan yang kuat. Kompetensi klinis tidak hanya dibangun di ruang perawatan dan ruang tindakan, tetapi juga melalui kemampuan memahami konteks keluarga, mengomunikasikan risiko, bekerja dalam tim, dan menghubungkan kebutuhan pasien dengan layanan yang tepat.
Dalam pelayanan obstetri, perhatian terhadap kelainan bawaan dimulai jauh sebelum kelahiran. Karena itu, sesi pemeriksaan antenatal dalam kegiatan ini menjadi salah satu titik penting untuk memperkuat pesan mengenai pemeriksaan kehamilan, pemantauan kondisi ibu dan janin, serta pentingnya rujukan ketika ditemukan faktor risiko atau temuan yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Dukungan terhadap kampanye WBDD menjadi simbol komitmen bersama untuk memperkuat kepedulian terhadap kelainan bawaan
Kegiatan ini sekaligus melatih budaya kolaborasi. Peserta didik dan tenaga kesehatan belajar bahwa pelayanan berkualitas tidak dibangun oleh satu disiplin saja. Komunikasi antartim, koordinasi rujukan, serta kemampuan menyampaikan informasi yang mudah dipahami keluarga merupakan bagian penting dari praktik subspesialis yang berorientasi pada keselamatan dan keberlanjutan asuhan.
Dampak, Keberlanjutan, dan Alur Kegiatan
World Birth Defects Day 2026 menunjukkan bagaimana peringatan kesehatan global dapat diterjemahkan menjadi aksi lokal yang konkret. Edukasi, pemeriksaan, aktivitas sosial, dan kolaborasi profesi dipadukan dalam suasana yang lebih dekat dengan masyarakat.

Kebersamaan panitia, tenaga kesehatan, dan mitra dalam rangkaian pengabdian masyarakat WBDD 2026
- 3 Minggu Sebelum - Pembentukan panitia, penyusunan agenda, perizinan, dan koordinasi lintas institusi.
- H-2 s.d. H-1 - Survei lokasi, persiapan perlengkapan, publikasi, daftar hadir, dan final briefing.
- 1 Maret 2026 - Pengabdian masyarakat: edukasi, pemeriksaan kesehatan terbatas, ANC, dan kegiatan sosial.
- 3 Maret 2026 - Sarasehan daring HKFM sebagai kelanjutan rangkaian World Birth Defects Day 2026.
Evaluasi kegiatan dalam LPJ mencatat beberapa ruang perbaikan sebagai bagian dari budaya mutu. Many Birth Defects, One Voice: satu suara yang menghubungkan pendidikan, pelayanan, keluarga, dan harapan untuk masa depan anak.
