Tonggak Baru Layanan Kedokteran Janin: Laser Fetoscopy untuk TTTS Stadium III di RSUP Ngoerah
Agustus 2026
Tonggak Baru Layanan Kedokteran Janin: Laser Fetoscopy untuk TTTS Stadium III di RSUP Ngoerah

Tim multidisiplin melakukan evaluasi ultrasonografi dan persiapan tindakan laser fetoscopy
RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah mencatat sebuah tonggak penting dalam pengembangan layanan kedokteran janin melalui pelaksanaan tindakan laser fetoscopy pada kehamilan kembar monokorionik-diamniotik dengan Twin-to-Twin Transfusion Syndrome (TTTS) Quintero stadium III. Kegiatan besar ini terlaksana melalui kolaborasi RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dan RS Harapan Kita, serta menjadi momentum penting bagi penguatan layanan fetal therapy sekaligus wahana pembelajaran klinis bagi mahasiswa Program Pendidikan Subspesialis Obstetri dan Ginekologi.
Gambaran Klinis
• G2P0010, usia kehamilan 26 minggu 0 hari, gemeli hidup-hidup. • Kehamilan monochorionic-diamniotic dengan TTTS Quintero stadium III. • Riwayat obstetri buruk, obesitas grade I, dan pemantauan risiko persalinan prematur. • Perkiraan berat janin: 675 gram (3,4%) dan 268 gram (<1%).
Tindakan Presisi untuk Menangani TTTS
TTTS merupakan komplikasi serius pada kehamilan kembar yang berbagi satu plasenta. Hubungan pembuluh darah yang tidak seimbang pada plasenta menyebabkan satu janin menjadi donor dan janin lainnya menjadi resipien. Pada stadium lanjut, kondisi ini dapat mengancam keselamatan kedua janin sehingga memerlukan penanganan terarah dan tepat waktu.
Laser fetoscopy dilakukan dengan memasukkan fetoskop berukuran kecil ke dalam rongga ketuban melalui akses minimal invasif. Dengan panduan ultrasonografi, tim mengidentifikasi pembuluh darah penghubung pada permukaan plasenta, kemudian melakukan koagulasi menggunakan energi laser. Tujuannya adalah memisahkan sirkulasi kedua janin secara fungsional dan menghentikan aliran darah yang tidak seimbang.

Akses fetoskopi dilakukan secara minimal invasif dengan panduan ultrasonografi

Instrumen fetoskopi digunakan untuk mengidentifikasi dan mengatasi anastomosis vaskular plasenta
Pembelajaran Klinis Berbasis Kolaborasi
Mahasiswa Program Pendidikan Subspesialis Obstetri dan Ginekologi terlibat dalam rangkaian kegiatan secara terstruktur di bawah supervisi tim ahli. Proses pembelajaran mencakup penilaian kasus, pemetaan plasenta dan sirkulasi janin menggunakan ultrasonografi, persiapan alat dan prosedur steril, observasi teknik fetoskopi, serta pemantauan maternal dan janin selama tindakan.
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kerja multidisiplin. Keberhasilan tindakan bergantung pada koordinasi antara tim fetomaternal, anestesi, perawat kamar operasi, tenaga ultrasonografi, laboratorium, dan unit perawatan terkait. Bagi peserta didik subspesialis, pengalaman tersebut memperkuat kompetensi klinis sekaligus pemahaman mengenai keselamatan pasien, komunikasi tim, pengambilan keputusan, dan tata kelola tindakan berisiko tinggi.
Kolaborasi dengan RS Harapan Kita
Kolaborasi dengan RS Harapan Kita menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan ini. dr. Gatot Abdurrazak, Sp.OG-KFM, yang berasal dari RS Harapan Kita, berperan sebagai pemateri dan narasumber ahli. Melalui pemaparan materi, berbagi pengalaman klinis, diskusi kasus, serta pendampingan ilmiah, beliau memberikan kontribusi penting dalam memperkuat pemahaman tim dan peserta didik mengenai prinsip seleksi kasus, perencanaan prosedur, teknik laser fetoscopy, serta pemantauan maternal dan janin sebelum, selama, dan setelah tindakan.

Pemantauan ultrasonografi menjadi bagian penting dalam menentukan posisi janin, plasenta, serta arah tindakan
Penguatan Layanan Fetal Therapy di Bali
Pelaksanaan laser fetoscopy ini menunjukkan komitmen RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dan RS Harapan Kita dalam mengembangkan pelayanan obstetri berisiko tinggi yang komprehensif melalui jejaring kolaborasi antarinstitusi. Kehadiran layanan fetal therapy di pusat rujukan regional diharapkan memperluas akses pasien terhadap penanganan berbasis teknologi, sekaligus memperkuat transfer pengetahuan dan keterampilan bagi tenaga kesehatan serta peserta didik.
Bagi Program Pendidikan Subspesialis Obstetri dan Ginekologi, kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan berbasis pelayanan nyata. Paparan terhadap kasus kompleks dan teknologi intervensi janin memungkinkan peserta didik mengintegrasikan pengetahuan ilmiah, keterampilan prosedural, etika klinis, dan komunikasi dengan keluarga dalam satu rangkaian pelayanan yang berorientasi pada mutu dan keselamatan.
Tonggak ini bukan hanya keberhasilan sebuah tindakan, tetapi juga langkah strategis menuju terbentuknya pusat layanan kedokteran janin yang semakin kuat, kolaboratif, dan berkelanjutan di Indonesia bagian timur.
Dokumentasi Kegiatan
Rangkaian dokumentasi berikut memperlihatkan koordinasi tim, penggunaan ultrasonografi, pelaksanaan prosedur minimal invasif, dan keterlibatan peserta didik dalam suasana pembelajaran klinis tersupervisi.

Tim klinis dan tenaga ahli setelah persiapan tindakan

Diskusi dan koordinasi tim di kamar operasi

Pemantauan prosedur menggunakan ultrasonografi real-time

Koordinasi operator dan tim selama tindakan berlangsung

Evaluasi instrumen dan tahapan tindakan oleh tim

Penilaian ultrasonografi sebelum dan selama prosedur
Kegiatan dilaksanakan dengan tetap mengedepankan keselamatan pasien, supervisi klinis, dan prinsip kerahasiaan medis.
